Doktor Lia Istifhama : Mari Kita Kompak Bersama-sama, Kita Pasti Bisa Lawan Covid-19

Foto : Doktor Lia Istifhama, S.Sos, S.Hi, MEI, ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jatim (lap.andi_pantau).

Rabu, 22 Juli 2020 | 01.02 WIB

Jawa Timur, Surabaya , newspantau.com - Sesuai catatan perkembangan zona merah di Indonesia Alhamdulillah sudah berkurang secara drastis, dari yang sebelumnya berjumlah 108 kabupaten/kota, hingga pada Senin (20/7), tinggal 31 kabupaten/kota. Prestasi lain juga diperoleh dengan jumlah zona hijau atau wilayah yang tidak terdampak lebih dari 100 kabupaten/kota.

"Sementara, ketua DPP PTHKTI Jatim, Lia Istifhama (Ning Lia) mengungkapkan, bahwa resep sukses daerah-daerah hanya satu, yaitu semua komponen, pimpinan daerah, dan semua anggota masyarakat, sama-sama bekerja keras dan disiplin dengan menetapkan protokol kesehatan, baik secara individu ataupun kolektif, baik dalam edukasi, pemberlakuan sanksi, maupun penerapan protokol kesehatan, " ujar Doktor Lia Istifhama saat dihubungi awak media via telepon selulernya di kediaman wonocolo Surabaya, Selasa (21/7).

Doktor Lia Istifhama sapaan Ning Lia sebagai kandidat Pilwali Surabaya 2020, juga ketua DPP PTHKTI Jatim juga berpesan kepada semua warga masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya yang tinggal di zona hijau, untuk tetap taat peraturan dan melaksanakan protokol kesehatan, karena situasi COVID-19 baik di tingkat nasional maupun Jawa Timur khususnya Surabaya masih belum usai.

"Tetap praktekkan disiplin jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun," ujarnya.

Virus SARS-CoV-2 ini tersebar di seluruh dunia serta tidak memilih korban siapa saja. Penyebaran virus ini juga merupakan salah satu yang paling cepat di dunia, dalam kurun waktu 6 bulan virus ini sudah dapat ditemukan di lebih dari 200 negara dan telah mengakibatkan 500.000 orang kehilangan nyawanya alias meninggal dunia.

Apalagi kita sudah melihat informasi lewat media kaca, medsos, menteri kesehatan, Gugus Tugas Nasional bahwa di Indonesia diperkirakan jumlah kasus COVID-19 mencapai 86.000 dan lebih dari 45.000 orang sudah berhasil sembuh dan pulih kembali. Namun, 4.000 orang di antara mereka tidak dapat diselamatkan alias telah meninggal dunia.

Sejak tiga hari yang lalu (18/7), total kumulatif konfirmasi COVID-19 di Indonesia sudah melebihi China, yaitu tempat virus ini pertama kali ditemukan. Oleh sebab itu, kita harus bekerja lebih keras lagi dan mewaspadainya.

"Kita harus kerja lebih giat lagi, seperti yang disampaikan oleh presiden kita bapak Ir.H. Joko Widodo dan Gubernur Jawa Timur Ibu Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, Kita harus kerja ekstra keras, kita perlu makin rapatkan barisan, kompak,
lebih solid lagi bersatu melawan COVID-19," ucapnya.

Ning Lia juga menyampaikan bahwa cara terbaik untuk menang melawan COVID-19 bukanlah dengan membandingkan angka-angka yang cepat perubahannya, melainkan sikap optimis, kekompakan serta gotong royong bersama-sama melawan Covid-19.

"Kita ambil contoh kenapa masyarakat Aceh bisa, masyarakat Banten bisa, Gorontalo bisa, Daerah Istimewah Yogyakarta bisa, Maluku dan Papua pun memberikan contoh mereka bisa. Sebagian saudara kita bisa melindungi diri mereka dan wilayah mereka dengan menjadi kooperatif dan mendukung upaya pemerintah, lalu menerapkan disiplin protokol kesehatan dan  kebijakan adaptasi kebiasaan baru," pungkas Ning Lia.

Terakhir, Dokter Lia Istifhama juga keponakan Gubernur Khofifah ini, kembali mengingatkan kepada segenap warga Jawa Timur khususnya warga Surabaya bahwa upaya pencegahan yang paling efektif, adalah selalu masif disiplin jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun pakai air mengalir, dan jadikan ini menjadi sebuah kebiasaan baru ditengah pandemi Covid-19 ini, semoga Pandemi yang mewabah, melanda di Indonesia, bahkan di Jawa timur , Surabaya cepat berakhir, aamiin," harapnya. (Andi/@.rr).

0 komentar:

Posting Komentar