Foto : Cak Narto Ketua PBAS Surabaya (tengah) bersama warga pendukung Ning Lia Istifhama kandidat Cawawali Surabaya 2020
Selasa, 21 Juli 2020 | 04.10 WIB
Surabaya, newspantau.com - Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Lia Istifhama (Ning Lia), semakin masif melakukan sosialisasi seiring kian dekatnya pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 Di Indonesia, (Pilwali Surabaya).
Ning Lia mengaku akan terus fokus menggerakkan basis relawannya hingga detik-detik akhir pendaftaran September 2020 nanti.
"Sebelum ayah saya wafat, kami sering berdiskusi dan sepakat bahwa sekali layar terkembang, pantang mundur ke belakang," kata Ning Lia, Sabtu (18/7/2020).
Menurutnya, basis jaringan relawan harus terus dijaga karena relawan lah yang menurutnya tulus membantu sejak awal proses.
"Mereka menilai saya sebagai kawan dan sahabat, sehingga proses ini menjadi milik bersama-sama. Kita dari awal proses, saling ikhlas dan sabar. Saling menguatkan," lanjutnya.
Perempuan asli Wonocolo tersebut juga menjelaskan, basis relawannya tidak dalam konteks jual beli kekuatan.
"Dulu sempat ada kandidat yang secara gamblang menebar fitnah bahwa saya ini calon boneka. Di mana nanti suara relawan saya jual ke dia. Gak ada blas saya jualan suara relawan ke dia atau lainnya," tegasnya
Ning Lia sendiri masih enggan berandai-andai terkait rekomendasi, ataupun kemungkinan digandeng dengan salah satu koalisi.
"Bagi saya, apapun hasil soal rekom. Itu bukan kapasitas saya sama sekali. Itu sepenuhnya milik Allah SWT sebagai pemegang takdir," ungkapnya.
Secara terpisah, Cak Narto, salah satu tokoh masyarakat yang juga ketua Paguyuban Bendera Arek-arek Suroboyo (PBAS) yang getol bergerak di dalam basis relawan, menjelaskan rasa optimis bahwa jagoannya pasti lolos dalam Pilkada Serentak 2020, tanggal 9 Desember mendatang.
"Kalau melihat prosesnya, Ning Lia ini saya kok yakin se yakin yakin e pasti namanya nemplek di kertas suara. Ning Lia ini sosok yang gampang ngesaknoan (berempati), dan benar-benar merakyat. Dan di sisi lainnya, dia (Ning Lia) adalah orangnya teges lan pinter. Dia itu terlihat ramah, cantik dan kalem, tapi sebenarnya dia calon pemimpin yang kendhel (pemberani)," jare wong Pulo wonokromo iki. (mr/rr).


0 komentar:
Posting Komentar