Foto : (kiri) Wisnu Sakti Buana, Wakil Walikota Surabaya & Tri Rismaharini, Waliokota Surabaya.
Senen, 27 Juli 2020 | 01.50 WIB
SURABAYA, newspantau.com - Perang dingin antara kedua kubu di jajaran petinggi Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya, antara Wali Kota Tri Rismaharini dengan Wakil Wali Kota Wisnu Sakti Buana memang telah lama terjadi. Bahkan nama dan kinerja Whisnu seolah tak dianggap oleh Wali Kota perempuan pertama Surabaya itu.
Kendati persoalan tersebut tak nampak dipermukaan, namun khalayak luas sudah mengetahui bahwa keduanya tengah bersitegang secara halus. Oleh karenanya, peran Wisnu dengan sengaja sama sekali tak dimunculkan ke permukaan oleh Risma.
Kini, menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya pada 9 Desember 2020 mendatang, isu tersebut bergulir dan membesar kembali. Pasalnya ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya yang semakin dekat, namun hanya DPP PDI-P saja yang hingga kini belum mengeluarkan rekomendasinya.
Hal itu tentu mengarah kepada perseteruan yang terjadi dalam internal partai banteng bermoncong putih itu. Yang mana diketahui bahwa internal PDI-P sendiri tengah terpecah berbagai faksi, baik faksi Bambang DH, Risma (melalui Eri Cahyadi-nya) dan faksi Whisnu Sakti Buana.
Bahkan dalam sebuah laman facebook "Selamatkan Surabaya", salah satu kader Partai PDI-P yang bernama Iwan Gunawan turut berkomentar, "bu Risma juga terlalu menganak emaskan Eri cahyadi. padahal dia bukan kader PDI-P. Wisnu yang jelas-jelas kader PDI-P malah nggak didukung, Khan aneh yaa.... saya sebagai kader PDI-P merasa kesal juga. padahal Eri Cahyadi nggak jelas kinerjanya, Wisnu yang jelas tapi nggak pernah dinilai sama bu Risma, huft.
Tentunya, kegeraman kader tersebut menjadi sebuah hal yang wajar. Pasalnya seperti yang kita ketahui bersama, Eri Cahyadi yang selalu digaungkan oleh Risma untuk melanjutkan kepemimpinannya, namun dia bukan kader partai. Menanggapi hal tersebut, salah satu kader lainnya, dengan nama Fikri Aziz turut menyampaikan pendapatnya.
"Weleh weleh, kalau memang Risma mau Usung Eri Cahyadi jadi Cawali Surabaya, jujur saya bingung? wong dia bukan kader PDI-P lho, Risma pun ndak bisa se-enaknya maju majukan cawali, ada aturan nya. Risma bukan pihak berwenang (Bapilu) yang menjadi penentu memajukan sosok Cawali yang pas bagi PDI-P. Dan yang makin aneh lagi bagi saya sebagai kader PDI-P, kenapa Risma sangat dukung Eri..? malah Cak Wisnu Sakti Buana yang memang asli kader PDI-P dan namanya lebih masyhur di masyarakat tak di dukungnya," tutur Fikri.
Ono opo sakjane? menanggapi semakin memanasnya hal tersebut, salah satu warga Surabaya dengan nama Wisnu Mukti Amran juga tak ingin tinggal diam. Ia pun meramaikan komentar dengan "Mantap nih min , koyoane lebih meyakinkan Wisnu daripada Ery , aku liat e pas nangani covid-19 ae gak beres-beres OPO maneh Kate mimpin Suroboyo," jare Mukti. @.andi.rr__

0 komentar:
Posting Komentar