Foto : Doktor Lia Istifhama, S.Sos, S.Hi, MEI, ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jatim.
Rabu, 29 Juli 2020 | 23.00 WIB
Surabaya, Jatim - newspantau.com | Catatan perkembangan zona merah di Indonesia sudah berkurang secara drastis, dari yang sebelumnya berjumlah 108 kabupaten/kota, hingga Akhir Juli 2020, tinggal 31 kabupaten/kota. Prestasi lain juga diperoleh dengan jumlah zona hijau atau wilayah yang tidak terdampak lebih dari 100 kabupaten/kota.
"Resep sukses daerah-daerah ini hanya satu, bahwa semua komponen, pimpinan daerah, dan anggota masyarakat, sama-sama bekerja erat, menetapkan protokol kesehatan, baik secara individu ataupun kolektif, baik dalam edukasi, pemberlakuan sanksi, maupun penerapan protokol kesehatan, " ujar Doktor Lia Istifhama (Ning Lia) saat dihubungi awak media via telepon selulernya di kediaman wonocolo Surabaya, Selasa, (28/7/2020).
Doktor Lia Istifhama, S.Sos, S.Hi, MEI, sapaan Ning Lia sebagai kandidat Bacawawali Surabaya 2020, dan juga berpesan kepada warga masyarakat luas yang tinggal di zona hijau, untuk tetap taat peraturan dan melaksanakan tatanan protokol kesehatan, karena situasi COVID-19 baik di tingkat nasional maupun daerah khususnya Surabaya masih belum aman.
"Tetap praktekan jaga jarak, aktivitas diluar rumah dengan memakai masker, dan cuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun," ujarnya.
Virus Corona (Covid-19) ini tersebar di seluruh dunia bukan di Indonesia saja, serta tidak memilih korban siapa saja. Penyebaran virus ini juga merupakan salah satu yang paling cepat di dunia, dalam kurun waktu 6 bulan virus ini sudah dapat ditemukan di lebih dari 200 negara dan telah mengakibatkan 500.000 orang kehilangan nyawanya.
Sejak seminggu yang lalu, total kumulatif konfirmasi COVID-19 di Indonesia sudah melebihi China, yaitu tempat virus ini pertama kali ditemukan. Oleh sebab itu, kita harus bekerja lebih keras lagi dan mewaspadainya.
"Kita harus kerja lebih giat lagi, seperti yang disampaikan oleh presiden kita bapak Ir.H. Joko Widodo dan Gubernur Jawa Timur Ibu Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, Kita harus kerja ekstra keras, kita perlu makin rapatkan barisan, kompak,
lebih solid lagi bersatu melawan COVID-19," ucapnya.
Keponakan Gubernur Khofifah ini juga menyampaikan bahwa cara terbaik untuk menang melawan COVID-19 adalah bukanlah dengan membandingkan angka-angka yang cepat perubahannya, melainkan sikap optimis, kekompakan serta gotong royong bersama-sama elemen dan warga melawan Covid-19.
"Kita ambil contoh kenapa masyarakat Aceh bisa, masyarakat Banten bisa, Gorontalo bisa, Daerah Istimewah Yogyakarta bisa, Maluku dan Papua pun memberikan contoh mereka bisa. Sebagian saudara kita bisa melindungi diri mereka dan wilayah mereka dengan menjadi kooperatif dan mendukung upaya pemerintah, lalu menerapkan disiplin protokol kesehatan dan kebijakan adaptasi kebiasaan baru," pungkas Ning Lia.
Terakhir, Doktor Lia Istifhama kembali menjelaskan kepada segenap warga masyarakat luas, khususnya warga Surabaya bahwa upaya pencegahan yang paling efektif, yaitu, selalu jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun dengan air mengalir, dan jadikan ini menjadi sebuah kebiasaan baru (New Normal) ditengah pandemi Covid-19 ini, semoga Pandemi yang mewabah, melanda di Indonesia, bahkan di Jawa timur serta Surabaya khususnya cepat berakhir, aamiin," harapnya. @.rr.

0 komentar:
Posting Komentar