Foto : Ilustrasi
Senen, 18 Mei 2020 | 22.00 WIB
Surabaya - Jatim, newspantau.com - H-5 hari raya Idul Fitri 1441 H /tahun 2020 M, permintaan daging segar di pasar tradisional di Kota Surabaya - Jawa Timur, mulai merangkak naik, dikirasan 7.5% dari awal puasa. Kondisi ini dipacu dari permintaan para konsumen daging segar dipasar tradisional yang meningkat.
Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Surabaya - Jawa Timur, H. Khusaeri memprediksi puncak permintaan daging segar di pasar tradisional nanti H-2 Idul Fitri. Hal itu ditengarai diawal bulan puasa, jumlah sapi yang di potong di Kota Surabaya dikisaran 130 ekor setiap hari, setara dengan 22,750 kg daging segar. Akan tetapi dalam 5 hari terakhir jumlah sapi yang dipotong meningkat di kisaran 140 ekor tiap hari setara dengan 24,500 kg daging segar.
"Kondisi ini akan terus bertahan, bahkan ada kecenderungan permintaan naik sampai dengan H-2," tutur Khusaeri saat dikonfirmasi awak media, senin (18/5).
Namun, kalau dilihat dari harga daging sapi segar di pasar tradisional masih stabil mahal dikisaran Rp110.000,- perkilogram yang bagus, sedangkan yang lulur dalam di harga Rp125.000,- perkilogram, ada juga yang harga Rp90.000,- perkilogram.
Sementara, menurutnya akan terjadi kenaikan harga pada H-3 atau H-2 Idul Fitri. Kalau H-2 tidak terjadi kenaikan harga maka daging segar dipasar tradisional stabil.
Kondisi harga daging segar stabil, dikarenakan harga sapi siap potong di Surabaya - Jatim yang stabil, diharga Rp.44.000 - Rp.45.000,- perkilogram timbang hidup. Ada sapi yang bagus karkasnya, bisa diharga Rp46.000,- perkilogram timbang hidup.
Stabilnnya harga sapi siap potong di Surabaya - Jawa Timur, tidak lepas dari stock sapi siap potong untuk masyarakat Jawa Timur, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaanya yang mecolok dengan tahun sebelumnya, ketika tidak ada virus corona (covid-19) seperti tahun sekarang ini
"Ketika menjelang hari raya Idul Fitri harga daging segar dipasar tradisional pasti naik, karena banyak sapi siap potong yang di Jawa Timur dibawa keluar jatim, seperti dibawa ke Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta," imbuhnya.
Disamping sapi siap potong tidak ada yang dibawa keluar Jatim, semua pasar hewan ternak tradisional yang ada di Jawa Timur sudah buka semuanya.
"Kemaren sempat tutup, dan permintaan masyarakat tidak sebanyak tahun lalu (2019), mungkin karena ada musibah wabah virus corona (Covid-19)," pungkasnya. (met/rr).




0 komentar:
Posting Komentar