Pembagian Parsel Jelang Iedul Fitri, Polres Kp3 Tanjung Perak Surabaya Tebang Pilih Kasih Antar Wartawan

Foto : Ilustrasi, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Jum'at, 15 Mei 2020 | 15.30 WIB

Surabaya, newspantau.com -
Jajaran Kepolisian setiap tahun memberikan Bingkisan seperti parsel kepada wartawan .baru-baru kamarin Polres KP3 tanjung Perak surabaya membagikan parsel kepada wartawan, hal tersebut malah membuat polemik seprofesi jurnalis. Ada apa yaa.....?

Jumat, 15/05 beberapa wartawan mendatangi Polres Kp3 tanjung perak surabaya mempertayakan parsel  bingkisan yang sudah di bagikan kepada rekan rekan dua hari yang lalu.

Saat wartawan menanyakan kepada pihak humas mempertanyakan parsel,jawab humas kp3 amin, apakah sudah tercatat nama medianya, ini untuk yang sudah terdata aja mas parselnya teman wartawan yang (pokja) saat itu hari kamis (14/05).

Wartawan amat kesal dan kecewa dengan Jawaban humas Amin, berusaha menghubungi Waka Polres Kp3 Tanjung Perak Surabaya , Kompol Ahmad Faisol Amir, S.I.K, M.Si Melalui Selulernya. beliau menjawab, coba saya tanyakan dulu mas ke pak amin, soalnya dia yang mendata, apa langsung aja ke ruangan nya pak amin," ucap wakapolres.

Saat wartawan ke ruangan Humas untuk menanyakan perihal parsel, mengetahui kalau Amin diruangan sedang tidur, kembali awak wartawan menelepon Wakapolres, Lalu dijawab lah oleh Kompol Faisol Amir. Dia mungkin kelelahan pak, soalnya dari tadi pagi membagikan sembako," tuturnya.

Menurut wartawan yang merasa dipimpong dan tidak mendapatkan parsel bingkisan lebaran, masih terus mempertanyakan hal parsel tersebut, saya (wartawan) mengharapkan pihak Polres Kp3 Tanjung Perak Harusnya mengerti kinerja wartawan, bukan berarti wartawan yang tidak (Pokja) di Polres Kp3 tidak mendapatkan Parsel Bingkisan, padahal kalau ada jumpa press selalu kita hadir dan kita angkat beritanya, kenapa yaa...? sedangkan yang pokja kok mendapatkan bingkisan parsel," ungkap salah satu wartawan yang tak dapat parsel.

Saya mengusulkan kepada kapolres Kp3 Surabaya sekaligus Curhat, kalau bisa.. tidak dapat satu yang lainnya juga tidak dapat, karena bisa menimbulkan kecemburuan sosial antar Profesi Wartawan," pungkasnya. (Met).

0 komentar:

Posting Komentar