Lia Istifhama : Apresiasi Ke Seluruh Relawannya, Peduli Sama Warga Surabaya, Di Akhir Ramadlan 1441H

Foto : Lia Istifhama ... Dan Untaian Kegiatan Relawan_Ning Lia, Surabaya Ceria, Surabaya Berlian, Dan Organ Lainnya yang tulus memberikan takjil, bagikan ribuan paket Masker untuk warga pengguna jalan pada akhir bulan Ramadlan

Sabtu, 23 Mei 2020 | 04.35 WIB

Surabaya, newspantau.comSeorang Dosen dan ibu rumah tangga yang selalu rendah hati berpesan, "Saya (Lia Ceria) selalu berpesan agar kita selalu berbagi, "sifatnya titik edang podo kroso." Gak harus sesuatu yang besar tapi semampu kita, bahkan jika hanya bisa tenaga ya sudah kita kasih tenaga. Yang penting, kasihlah pada mereka yang memang butuh."Dosen yang juga aktivis perempuan tersebut, mengaku kebiasaan berbagi merupakan sifat turunan dari keluarganya.

"Keluarga saya sudah biasa seperti ini, berbagi seadanya. Intinya, jangan merasa jadi orang yang tidak biasa tapi biasakan merasa menjadi orang yang biasa (low profil). Kalau sudah gitu, rasanya enteng banget. Kebiasaan ini seperti sudah jadi tempaan dari almarhum ayah saya. Beliau itu, adanya apa ya udah itu yang dikasih orang. Orang yang paham beliau, pasti paham banget karakternya." kata Lia Istifhama saat dihubungi awak media melalui telepon selulernya, Sabtu (23/05).

Ning Lia menambahkan, bahwa kebiasaan ayahanda yang diteruskannya, merupakan salah satu bentuk menghibur hatinya.

"Lanjut Ning Lia,Saya sama yah, dengan siapapun, pasti ingin banget nyenengin orang tua. Dan kalau kemudian orang tua mendahului kita, tentu kita harus cari apa yang menjadi pelipur lara. Kalau bagi saya, salah satu bentuk ya berbagi dikit-dikit ini. Meneruskan kebiasaan orang tua, insya Allah itu menjadi obat penting untuk mengikis duka kita." ucap Ibu dari dua anak tersebut juga tak lupa memberikan apresiasi kepada seluruh relawannya.

"Harus diakui, relawan ini seperti teman, sahabat dan saudara. Mereka semua berbagi tanpa tedeng aling-aling atau tanpa tendensi apa-apa dengan urunan beli baju takwa, sembako, masker, takjil, obat dan alat disinfektan serta fogging. Semua dilakukan secara gotong royong, bahkan tak jarang saya lihat foto tiba-tiba ada banyak warga yang dapat bantuan sembako dan sebagainya tapi saya sendiri pun tidak tahu siapa yang berbagi tersebut.


www.beritalima.com






Hal seperti itu bukan hanya sekali, tapi sering kali dan cukup banyak terjadi. Wilayahnya pun berbeda kecamatan dan saya sangat bersyukur, yang jelas prinsip saya bersama mereka yaitu "ayo kita ikhtiar, berproses untuk besar bersama." papar Putra bungsu politisi senior PPP KH. Masjkur Hasjim, MBA, MM ini, Lia Istifhama.

"Terakhir, pesan menurut ketua III STAI Taruna Surabaya juga keponakan Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini, Lia Istifhama bahwa Kita lakukan apa yang kita mampu dan jangan sampai ada yang terbebani. Bahkan di akhir Ramadhan 1441 H, 30 Ramadlan teman-teman masih turun baksos. Ada yang bagi sembako, ada yang bagi takjil, ada yang bagi masker.Itu semua sumbernya yaa, urunan dan gotong royong yang diniati berbagi untuk warga Surabaya, semoga amal perbuatan teman-teman semua nantinya dicatat oleh Allah SWT. Sebagai amal yang Soleh dan Solehah, kelak pasti ada ganjarannya, aamiin Allahumma aamiin", pungkasnya. 

Semoga bermanfaat, aamiin 

Wa barokallahu fikum.

Barokallahu fii umrik.

(And/ rr).

0 komentar:

Posting Komentar