Catatan Lia Istifham: 18 Ramadlan 21 H, Wafatnya Khalid bin Walid, Sang Pedang Allah Yang Terhunus

Foto: DR. Lia Istifhama, S.Sos, MEI, Ketua III STAI Taruna Surabaya bersama suaminya.

Senin, 11 Mei 2020 | 1:30 siang

Surabaya, newspantau.com - Banyak Peristiwa dan Hikmah di bulan suci yang penuh berkah ini, seperti yang dipelajari, dan dicatat ketua III STAI Taruna Surabaya, Lia Istifhama (Ning Lia) 18 Ramadhan, sehingga kita dapat membuka sejarah peristiwa-peristiwa perjalanan Komandan Militer, Khalid bin Walid pada 18 Ramadhan 21 H. Salah satu kerabat Nabi, dia adalah keponakan Maimunah salah seorang istri Rasulullah SAW, dikenal karena keberanian dan keahliannya di medan perang. Beberapa perang yang berakhir dengan kemenangan termasuk Khalid bin Walid, termasuk perang Tabuk, perang Riddah, dan perang Yarmuk. Mualaf Quraish yang disebut saifullah al maslul (pedang Allah), memiliki kisah yang menginspirasi. Sahabat Nabi,

Pengakuan atas sikap terpuji dari Khalid bin Walid ra, juga dijelaskan dalam buku hadits Sahih Bukhari 3569: Dari Anas ra. untuk mengumumkan kematian Zaid, Ja'far dan Ibn Rawahah kepada hadirin sebelum berita sampai di mereka. Dia berkata: "Zaid memegang bendera, dia terbunuh. Kemudian Ja'far memegangnya, dia terbunuh. Kemudian Ibn Rawahah memegangnya, dan dia membunuh kedua matanya yang meleleh (air mata), sampai dia dipegang oleh Pedang Allah (Khalid) sampai Allah menaklukkannya. atas mereka (orang-orang kafir). "

Dari hadits ini, diketahui bahwa keberanian Khalid bin Walid dalam jihad, adalah kekagumannya. Dengan demikian, Khalid memainkan peran penting dalam perluasan wilayah Islam dan kepergiannya adalah sebuah kebijaksanaan bahwa kita sebagai umat Islam harus mampu meniru keberanian mempertahankan Islam.

www.beritalima.com

"Kematian Khalid bin Walid adalah karena penyakit, apakah itu karena wabah thaun pada waktu itu? Wallahu islam. Melalui semua cobaan dalam hidupnya, ia memiliki sikap yang sangat sabar dan sikap dari hati ke hati terhadap semua yang ia derita. , menjelaskan bahwa kematian wabah itu mati syahid: Dari Anas bin Malik ra.


Oleh: DR Lia Istifhama S Sos MEI

Ketua III STAI Taruna Surabaya

#repost: beritalima.com

0 komentar:

Posting Komentar