Tolak Covid-19, Emil Dardak Wagub Jatim : Ikut Sholat Malam & Istighasa' Online Bersama Kiai Asep & Para Kiai

Foto : kiai asep, Emil Dardak Wagub jatim

Jumat, 17 April 2020 | 20:10 Wib

SURABAYA, newspantau.com - Dr Emil Elestianto Dardak wakil gubernur Jawa timur saat mengikuti salat hajat dan istighasa' online yang dipimpin Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, M.Ag di kediaman Gus Muhib-Ning Ima di lingkungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Kamis (16/4/2020) malam.

Semula Emil hanya mau mampir sebentar untuk silaturahim dengan para kiai itu karena ada acara lain. Namun, Emil akhirnya ikut salat hajat 12 rakaat dengan enam salam. Bahkan Emil kemudian juga ikut istighasa'
bersama para kiai itu hingga selesai.

"Ternyata banyak barakahnya. Saya agak tenang," kata Emil saat memberi sambutan usai shalat malam dan istighasa'. 
Menurut Emil, covid-19 ini sangat besar dampaknya. Banyak kegiatan berhenti. Termasuk kegiatan ajar-mengajar di pondok pesantren. Sehingga masyarakat pun tidak bisa meraih barakah dari pesantren.

Menurut Emil, hingga sekarang juga belum ada teori yang bisa dijadikan referensi penyelesaian. "Teori manapun di kampus-kampus tak ditemukan. Dihitung dari kanan dan kiri juga tak bisa," katanya. Meski demikian, menurut Emil, covid-19 ada hikmahnya. "Kita bisa lebih hemat. Kita bisa bersama keluarga di rumah," ucapnya.

Bahkan kita akhirnya menyadari bahwa mendidik anak itu tidak gampang. 

"Para orang tua sudah tidak sabar ingin anaknya sekolah lagi, Emil mengatakan bahwa peran Kiai Asep selama ini sangat luar biasa karena bisa mendidik ribuan santri," tambah wakil Gubernur saat ini.

Sementara Kiai Asep Saifuddin Chalim sangat yakin bahwa virus corona (covid-19) akan segera hilang dari bumi Indonesia jika ulama dan umara bekerja sama secara serius dalam ikhtiar batin. Karena ia sendiri sudah punya punya pengalaman betapa salat malam yang ia praktikkan sangat mustajabah.

"Saat saya masih hina papa tak punya apa-apa saya terus melakukan shalat malam. Saat di Arafah saya baca kitab Ihya Ulumiddin karangan Hujjatul Islam Imam Ghazali dan saya menemukan salat malam ini,"ungkapnya sembari mengungkapkan bahwa dalam kitab itu ada penjelasan bahwa do'a dalam shalat malam ini tak akan ditolak oleh Allah SWT.

Di depan Emil dan para kiai, maka Kiai Asep kembali menyampaikan keyakinannya bahwa virus corona (Covid-19) akan segera hilang. "Istighasa' kita tidak seremonial. Jika kita shalat malam dan istighasa' satu kali lagi dan Pak Emil ikut, saya yakin virus corona akan hilang dari bumi Indonesia dan dari seluruh dunia," dawuh Kiai Asep yang pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Umma Surabaya dan Pacet Mojokerto.

Dalam acara shalat malam dan istighasa' kali ini tampak hadir Prof Dr KH Ridwan Nasir (ketua Yayasan Khadijah dan dosen UINSA Surabaya), Drs KH Muhammad Roziqi (Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur), KH Abdul Hafid (pengasuh Pondok Pesantren Syaikh Abdul Qodir Jailani Probolinggo), KH Jamaluddin (Rais Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo), KH Abdul Adzim Alwi (ketua PCNU Kabupaten Mojokerto), KH Muchlis Muhsin (pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Bangkalan), KH Nasir (Madura), KH Jafar Shodiq (Ponorogo), Habib Ali (Bangil - Pasuruan), Habib Abu Bakar (Bangil - Pasuruan) dan banyak kiai lainnya, sesuai yang dilangsir newspantau.com Jum'at, (17/04).

Para kiai itu selain memimpin do'a secara bergantian juga memberikan tausiyah singkat.

 "Aara shalat malam dan istighatsa' ini kelanjutan dari shalat malam dan istighasa' pada Nisyfu Sya'ban. Menurut Kiai Asep, acara salat malam dan istighasa' online ini akan terus digelar setiap Kamis malam Jumat sampai virus corona hilang dari bumi Indonesia dan negara-negara lain. Semua biaya, termasuk cinderamata dan uang transport, ditanggung Kiai Asep.

Kiai Asep juga menyampaikan bahwa kehadiran Emil Dardak pada shalat malam dan istighasa' ini adalah utusan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Semula, kata Kiai Asep, yang akan hadir adalah Gubernur Khofifah, meski hanya sebentar. "Tapi Bu Khofifah ada acara lain akhirnya mengutus Pak Emil," tuturnya. (and/red).

0 komentar:

Posting Komentar