Perjuangan KH.Masjkur Hasjim Mengawal Politik Lia Istifhama

Perjuangan KH.Masjkur Hasjim Mengawal Politik Lia Istifhama, 
Bersama-sama para sahabat relawan untuk mensupport, foto bareng sebagai kenangan tak akan terlupakan,

Kamis, 09 April 2020 | 14.00 Wib

SURABAYA, newspantau.com -- Tim Sembilan Kiai siap menjadi benteng sekaligus negosiator dalam mempromosikan Lia Istifhama sebagai figur yang pantas diperhitungkan pada Pilkada Surabaya 2020.

KH Masjkur Hasjim melihat sosok Lia Istifhama dari sisi berbeda. Mantan anggota Fraksi PPP DPRD Jatim tersebut mengatakan jika Lia merupakan sosok santun dan pantang mundur. 

"Anak muda itu pantang mundur jadi harus terus sampai mentok sampai mana dia berproses," kata KH Masjkur Hasjim sewaktu hidupnya . 

Waktu itu alm. KH Masjkur Hasjim berharap darah juang itu menurun pada putranya yang akrab disapa Ning Lia. Namun ia juga berpesan agar Ning Lia tetap istiqomah dan tidak ambisius mengejar jabatan. 

"Jika saya sepuluh mungkin dia delapan. Jadi alhamdulillah. Andaikan ada momen sama yang akan datang tinggal dua poin," jelasnya. 

Sepanjang mengawal perjuangan politik putri tercinta, waktu itu beliau selalu memberikan petuah jika ikhtiar hukumnya fardhu ain sedangkan kesuksesan itu sunnah dan merupakan hak prerogatif Allah. 

"Saya pesan pada dia bahwa ikhtiar usaha itu wajib soal berhasil itu urusan Allah. Tidak wajib karena itu urusan hak prerogatif Allah," ungkapnya. 

Kendati hasil survei calon walikota belum mendongkrak nama Lia Istifhama, Beliau menegaskan semua kemungkinan adalah mungkin. Semua bisa terjadi. 

"Dan walaupun tampaknya tidak direspon orang banyak umpamanya kalau Allah sudah mentakdirkan jadi ya jadi, Kun fayakun. Tapi orang kan wajib ikhtiar itu yang saya lihat anak-anak muda semangat sekali," tegas Kiai sekaligus politisi senior PPP era 1980 an. 

Brliau mengingatkan agar para calon kepala daerah tidak salah pilih pasangan. Apalagi nama yang disodorkan oleh para kiai dan ulama. Sebab jika salah memilih bisa berujung malapetaka. 

Diketahui, Tim Sembilan Kiai melakukan silaturahmi dan safari politik. Partai yang mereka kunjungi pertama kali adalah PKB. 

Tim Sembilan Kiai sendiri terdiri dari KH Abdul Mutholib, KH Aliman Pengasuh Ponpes Nurul Ulum Sambi Kerep, Habib Hasan, KH Abdul Aziz Pengasuh Ponpes Sunan Giri, KH Zainuddin Husein, Habib Ahmad Zein Al Khaff, KH Ali Hanif Pengasuh Ponpes Suralaya, KH Abdul Hayyie dan KH Masjkur Hasjim. 

"Tim Sembilan mencari keyakinan dan meyakinkan partai atau calon," tambah beliau. 

Selain itu, para kiai membawa agenda politik mengantar Lia Ishtifama menjadi penyambung lidah kiai dan ulama untuk bisa bersinergi dengan calon-calon yang berpotensi menjemput kemenangan. 

Safari tersebut membawa profil dan program Lia Ishtifama serta meyakinkan partai politik jika Lia memiliki jaringan dan kekuatan besar. Sesuai kesepakatan di Hotel Quds Royal Surabaya pada 5 Februari 2020, para kiai mendorong Lia Isthifama untuk mendampingi L1.

"Mungkin ulama-ulama ini juga membantu sepenuhnya. Jadi untuk calon-calon siapapun orangnya ya hati-hati jangan salah pilih pasangan," ujar KH Masjkur Hasjim menambahkan. 

Dia menilai jika Lia Istifhama mendapat respon dari calon walikota yang lain, kans untuk menang makin besar. Karena Lia Istifhama mendapat dukungan dari para ulama pengasuh pondok pesantren yang notabene menjadi panutan umat. 

"Kalau kiai diabaikan ya kemudian juga rugi besar. Kalau milihnya salah ya bisa jadi malapetaka. Saya kira kalau dia direspon oleh calon walikota yang lain saya yakin kans, itu makin besar. Tapi kalau tidak dipilih biar dia tetap berproses," ungkapnya bijak. 

Memang, Pilkada berbeda dengan Pileg. Pada Pilkada masyarakat akan memilih figur bukan memilih partai. Figur tersebut tentu harus sejalan dengan kepentingan masyarakat. Seorang figur dambaan rakyat mengemban amanah besar untuk mengentas serta melayani. 

"Kepentingan masyarakat itu kira-kira saya bisa mengentas atau melayani. Melihat pekerjaanya dan melihat orangnya," tambahnya. 

Artinya, lanjut KH Masjkur, figur pemimpin harus mampu mengantisipasi kepentingan masyarakat bukan hanya yang penting hajatnya tercapai. 

Oleh sebab itu mantan pejabat DPRD Jatim th. 1989 an ini, KH. Masjkur Hasjim  tetap mendorong putrinya, Lia Istifhama untuk berjuang demi kemaslahatan. Terus berproses hingga mencapai batas kemampuan. 

"Jadi tidak akan sia-sia yang dia kerjakan itu. Jadi minimal delapan poin dia capai ya syukur kalau bisa mencapai seluruhnya. Kan semula belum apa-apa tidak apa-apa. Sampai menjadi apa-apa," pungkas alm. ayahanda Ning Lia sewaktu sehatnya, KH.Masjkur Hasjim, MBA,MM. (and/red).

_semoga berkah untuk kita semua_ ,, aamiin yaa robbal'alamiin, wa barokallahu Fii Kum, Fii Him.

#liaistifhama
#areksuroboyoasli
#nawatirta
#forsurabayaGEBYAR
#relawanPAS_benteng_ningLia

0 komentar:

Posting Komentar