Mengenang Ke-7 Harinya Alm. KH.Masykur Hasyim, Ning Lia : Sosok Yang Tegar Dan Ikhlas

Mengenang Ke-7 Harinya Alm. KH. Masykur Hasyim, Ning Lia : Sosok Yang Tegar Dan Ikhlas

Rabu, 08 April 2020 | 18.00 Wib

Surabaya, newspantau.com -
Mengenang hari ke-7 wafatnya Alm. KH. Masykur Hasyim, Ayahanda Ning Lia Istifhama, juga Kakak Ipar Ibu Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa, teringat suasana haru yang sempat kita saksikan sendiri saat berada persis di samping Ning Lia pada detik-detik pemberangkatan jenazah. Beliau (Ning Lia) berupaya tampak tegar dan ikhlas melepas kepergian ayahanda tercintanya untuk selamanya, meskipun kita tahu sebagai manusiawi bahwa sebagai anak, beliau sangat terpukul dengan kepergian Sang Ayah secara tiba-tiba, tanpa mengalami sakit apapun, semoga alm. KH. Masykur Hasyim benar-benar diakhiri Husnul Khotimah, aamiin.

"Lia Istifhama sapaan Ning Ceria Lia menyampaikan, bahwa saya memohon do'a kepada semua, kerabat, sahabat" ayah, teman" , mudah"an alm. Ayahanda saya benar" Husnul Khotimah, amal ibadahnya semasa hidupnya diterimaNya, dan khilaf kesalahannya senantiasa dapat Maghfiroh Allah SWT, aamiin," ungkapnya.
"Lanjut Ning Lia, tak ada ucapan dari saya untuk semuanya hanya Jaza kumullahu Khoiron Katsiro, hanya Allah lah semua yang membalasnya, aamiin," tambah Keponakan Gubernur Khofifah ini, Ning Lia. 

"Lain hal yang disampaikan Sahabat Alm.KH.Masykur Hasyim yaitu Ustad Abd.Rachman, bahwa setegar-tegar seseorang dalam menghadapi kedukaan yang mendalam karena ditinggal oleh sosok yang sangat dicintainya, saya sempat melihat beliau (Ning Lia) tak mampu menahan tangis saat Sang Ayah mau diberangkatkan dalam iringan do'a yang dipimpin oleh seorang Kiai sepuh. Sembari memegang erat foto Sang Ayah di depan jenazahnya (kerandanya), tampak beliau menahan duka yang mendalam. Sesekali beliau menerawang ke atas dengan pandangan kosong seakan-akan terbentang luas suasana indah masa lalu yang dilalui bersama Sang Ayah dan sesekali tampak beliau memejamkan mata sembari menarik nafas dalam-dalam dan titik-titik air mata memaksa lepas meski sudah ditahannya dengan sekuat tenaga memaklumi keadaan taqdir bahwa semua itu akan berakhir disini. 
Beliau sudah berjanji kepada Ayahandanya semasa hidupnya, bahwa beliau akan selalu tegar dalam menghadapi ujian seberat apapun,"ungkap ustad Rachman. 

Selanjutnya, sebagai sesama wanita yang pernah ditinggal pergi selamanya oleh orang tua, saya (Abd.Rachman) dapat merasakan betapa hati beliau sedang remuk dan redam. Beliau 'menangis dalam senyap', tak seorangpun ada yang tahu.

Melihat suasana haru seperti itu, dari kejauhan saya bergumam: 

"Sabar, Tabah dan ikhlas, nggeh Ning.Sungguh,saya (Abd.Rachman) sangat mengagumimu dan saya yakin Alm. KH. Masykur Hasyim  dikumpulkan oleh Allah SWT dengan hamba-hamba-Nya yang Shaleh di taman Firdaus , Jannathu Na'im, Surga-Nya, Aamiin," pungkas ketua AlMaTuRa, Abd.Rachman. (@.red).

#liaistifhama
#areksuroboyoasli
#nawatirta
#surabayagebyar

0 komentar:

Posting Komentar