Foto : Gus Rosidi,S.Ag,M.Ag / Direktur Executive Nasional ISCCI
Institution Social Crisis Center Indonesia
Selasa, 21 April 2020 | 15:36 WIB
Waspada Corona Perlu, Keblabasan Jangan
Perjuangan Kartini: Kebebasan Pikiran Dan Kesetaraan Peran, Bukan Pakaian
Oligarkhi "Stafsus" Milenial
Goresan Tinta Sang Jurnalis
Penulis Buku Wondrful Sakinah, Penyuluh Agama Islam Kota Surabaya
SURABAYA, newspantau.com -- Setiap tanggal 21 April kita tak luput dengan peringatan hari kartini, anak anak sekolah diwajibkan memakai kebaya ala kartini, namun karena ada badai corona hal ini diganti dengan mengucapkan selamat hari kartini melalu medsos dan dikirim pada guru disekolahanya. Sudah 56 tahun kita memperingati Hari Kartini guna mengingat jasa Kartini dalam memperjungkan hak haknya sebagai wanita. semenjak Pemerintah menetapkan Kartini Sebagai pahlawan kemerdekaan Indonesia melalui Kepres No 108 Tahun 1964 Tanggal 2 Mei 1964 dan tanggal lahir kartini yaitu 21 April sebagai peringatan hari kartini.
Lahir dari golongan bangsawan tidak membuat kartini terlena dan memakai status sosialnya untuk menindas, justru ia senang bergaul dengan siapa saja termasuk rakyat jelata. Kita dapat mengenalnya lewat lirik lagu Ibu Kita Kartini ciptaan WR. Supratman. Yang sering dinyanyikan anak anak disekolah.
Nama lengkapnya Raden Ajeng Ayu Kartini atau RA kartini Perjuanganya perlu di apresiasi, karena pada zaman dahulu Wanita hanya bertumpu pada Kasur, Sumur, dan dapur. Hanya lelaki yang boleh untuk meningkatkan kopetensinya dengan belajar ilmu pengetahuan. Padahal Rasulullah SAW bersabda" Mencari Ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki laki dan perempuan" ( Hr. Ibnu Majah No 224, dari sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu)
Dengan semangat mencari Ilmu itulah, RA Kartini memberanikan diri belajar Agama Islam dengan KH. Sholeh Darat, guru KH. Ahmad Dahlan ( Pendiri Muhammadiyah) dan KH. Hasyim Asyari ( Pendiri NU) dari Semarang jawa Tengah. Dalam Kajian Tafsir al-fatihah, aamiin. RA katini satu satunya perempuan yang berani meminta kepada KH. Sholeh Darat agar Kitab Suci Al Qur'an yang berbahasa Arab di terjemahkan kedalam Bahasa Jawa sehingga dapat dimengerti dan difahami oleh masyarakat. Dan permintaan RA Kartini di turuti oleh KH. Sholeh Darat dengan Tulisan Arab Pego' agar Belanda tidak bisa membaca. Konon Dari Tafsir Al-fatihah inilah Ra Kartini menulis buku yang berjudul " Habis Gelap terbitlah Terang" yang menjadi tonggak Emansipasi Wanita sampai sekarang.
Meski usia Kartini terbilang tidak panjang yakni 25 Tahun, namun semangatnya masih bisa dirasakan hingga sekarang, Tokoh Emanisipasi Wanita ini menjadi saritauladan bagi Wanita yang berkiprah sejajar dengan laki laki, sebut saja sekarang mulai tingkat Lurah , Camat, Wali Kota Surabaya, dan Gubernur Jawa Timur diisi oleh perempuan. Dan itu semua karena mereka semangat dalam mencari Ilmu Pengetahuan. Pantas Jika Allah SWT. Berfirman " Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan orang yang berilmu pengetahuan dengan beberapa derajat" ( QS. Al Mujadilah: 11).
dilangsir newspantau.com (21/04).
"Adanya pandemi Covid-19 Global (mendunia) seperti sekarang ini mendorong kita harus belajar seperti Kartini yaitu untuk belajar menyesuaikan keadaan. Orang yang sukses bukan yang paling besar atau kuat namun yang bisa beradaptasi dengan keadaan. dihari kartini tahun 2020 ini pemerintah mengintruksikan dirumah saja bukan berarti kita harus diam ditempat tanpa adanya usaha untuk mengupgride diri ke jenjang lebih baik, kita dapat memanfaatkan Hendphone untuk serching Ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas diri, apalagi dimusim pandemi Covid-19 ini hampir semua sekolah di Onlline kan karena menghindari kontak fisik dengan orang lain," ujar Direktur Executive Nasional ISCCI, Rosidi, S.Ag.,M.Ag.
"Selanjutnya, Bapak yang baru menikah dua bulan yang lalu ini menambahkan, tak hanya itu,semua bisnis yang bisa kontak langsung dengan orang lain akan terpuruk dimasa musibah Virus Corona (Covid-19) ini jika tidak mau upgride diri, sebut saja sekarang Martha tilaar dari kosmetik berubah menjadi hand sanitizer, Lippo Maal yang tadinya mall dan hotel difungsikan RS Siloam, Es Teler 77 menjadi Fozen Food, Mereka berubah dengan cepat agar dapat surfive dan segera dapat cash,"tambah A'adi sapaan Rosidi, S.Ag, M.Ag.
"Harapan, Kita tidak tahu kapan berakhirnya pandemi Covid-19 ini, walaupun para pakar punya prediksi masing masing tentang kapan berhentinya pandemi Covid-19 ini, namun yang pasti jika kita tidak segera berubah dan tidak mau belajar maka akan tergilas oleh perubahan. Karena semua akan berubah kecuali perubahan itu sendiri. Mudah-mudahan segala ujian, musibah, dan bala' yang diturunkan Allah SWT saat ini, kita ambil hikmahnya dan yang namanya Virus Corona (Covid-19) segera secepatnya berakhir, aamiin Allahumma aamiin," pungkas Rosidi, S.Ag,M.Ag juga Direktur Excutive ISCCI ( Institution Social Crisis Center Indonesia). (and/@.red).
Selamat Hari Kartini Tahun 2020, Dan Semangat Perubahan ditengah pandemi Covid-19.



0 komentar:
Posting Komentar