Aksi Peduli Covid-19, Surabaya Berlian_Ceria : Sedikitpun Tak Ada Politisasi Apalagi Tak Manusiawi
Surabaya, newspantau.com --
Kontroversi soal Aksi Sosial Peduli Virus Corona (Covid-19), antara satu bentuk kepedulian sosial diantara sesama warga kota dengan tuduhan politisasi bencana yang dianggap tidak manusiawi itu, telah mengusik akal cerdas warga kota Surabaya.
Salah satunya datang dari ketua Relawan Surabaya Berlian yang ikut angkat bicara.
Saat dikonfirmasi oleh awak media newspantau.com, Selasa (31/03/2020) siang, melalui saluran telepon selular, Ferry menyatakan rasa keprihatinannya Dan sangat menyayangkan soal munculnya statement tuduhan politisasi bencana yang bahkan dianggap sebagai tindakan yang tidak manusiawi, terhadap aksi peduli Virus Corona yang dilakukan oleh sesama warga kota itu.
"Kasihan juga sih, apalagi dengar-dengar yang bikin statement adalah salah satu bakal calon di pilwali surabaya, " ujarnya.
Lebih lanjut, Ferry menambahkan bahwa ada kemungkinan yang bersangkutan, sebagai seorang politisi yang sedang 'Cari panggung' politik melalui tuduhan yang juga tidak jelas kepada siapa obyek sasarannya.
"Jujur kalau kita sedikit mau cerdas berfikir, Dialah yang (sedang) 'cari panggung'. Ada politisi yang bicara (tanpa jelas siapa obyeknya) itu, bahwa ada politisasi, dari aksi peduli Virus Corona (Covid-19), "tandasnya .
Berbicara soal tuduhan politisasi bencana yang juga dianggap tidak manusiawi,
Menurutnya, tak ada politisasi apalagi dianggap sebagai tindakan tidak manusiawi, ketika ada aksi sosial sesama warga yang peduli akan virus corona (Covid-19) itu.
Sedangkan terkait Ucapan, Ferry menegaskan bahwa Semua ucapan akan menunjukkan kepribadian yang bersangkutan.
Mantan pengusaha ini, menegaskan, "Bagaimana bicara politisasi, jika pilkadanya saja belum buka pendaftaran. Malah, kabarnya (Pilkada serentak, Red) itu akan digelar tahun depan, "ucapnya sembari tersenyum.
Dan bahkan, Masih menurut Ferry, akan dianggap lebih tak bersimpati, ketika ada sesama warga yang sangat memerlukan desinfektan, masker serta hand sanitizer, tapi tidak peduli, padahal ada kemampuan.
"Itu yang menurut saya (Ferry) malah lebih tidak manusiawi, "tegasnya.
Disinggung soal tanggapan terhadap pembuat statement tuduhan itu,
Ferry menyatakan Dirinya tidak punya kapasitas dan memiliki hak untuk memberikan penilaian atau men-judge seseorang. Namun atas nama masyarakat Dirinya mengingatkan agar yang bersangkutan lebih baik diam daripada berucap,"ujarnya.
"Ferry mengatakan, Maaf tak berani menjudge, akan tetapi, bila diijinkan sekedar saling mengingatkan jangan menilai apa yang dilakukan orang lain dengan menggunakan sudut pandang pribadinya. Dan, kalau tidak paham politik, lebih baik diam saja, itu akan lebih baik, "katanya.
Masih Ferry menambahkan, "Paling dolene sing kurang adoh, opo turune sing kurang isuk (Mungkin pergaulan dan pengalaman berpolitiknya masih kurang), "tambahnya.
"(Mungkin) Dulunya nggak sempat ngalami melok demo promeg '96 opo demo pro reformasi '98 paling. Kasihan sebenare, "kata Ferry.
Ditanya soal aksi peduli Virus Corona (Covid-19) yang dilakukan oleh salah satu komunitas relawan Surabaya Berlian dalam ikatan "Benteng Ning Lia"
Sisi lain, Sudarmanto kerap disapa Gus Dar ini mengungkapkan, bahwa Dirinya mengetahui aksi itu berdasarkan atas murni dari permintaan warga sendiri, dilaksanakan secara swadaya, alat pencegah Virus Corona (Covid-19) salah satunya masker dibagikan gratis, yang bertujuan mendukung program pemerintah.
"Selanjutnya, itu yang saya (Gus Dar) ketahui dan malah sesekali mengikuti (aksi peduli Corona), itu atas dasar permintaan warga sendiri. Justru Aksi penyemprotan desinfektan, bagi-bagi masker gratis dan hand sanitizer, itu bentuk peduli atas musibah, dan ujian yang melanda warga dunia,di Indonesia, Jawa timur, bahkan sampai warga Surabaya, Nah sekaligus dukung program pemerintah juga, " urainya.
Terakhir, agar kita sesama warga kota tetap lestarikan budaya peduli dan tidak mudah menjudge seseorang dengan tuduhan tidak manusiawi.
"Marilah, melihat apa yang disampaikan dan jangan lihat siapa yang menyampaikan. Agar kita, akan selalu obyektif dalam menilai tindakan orang lain dan bukan didasari rasa like or dislike yang cenderung akan subyektif, " pungkasnya. (and/red).
_semoga bermanfaat_ , aamiin yra.

0 komentar:
Posting Komentar