"Untuk
konsep timses, saya cenderung menyukai istilah Barisan pENguaTan nENG
Lia (benteng Lia). Secara teknis, benteng Lia ini sama halnya dengan
timses yang umumnya dibentuk oleh para kandidat. Sengaja saya baru
membentuk sekarang karena saya ingin berproses yang cukup bersama
relawan. Bertaaruf lebih dalam dengan mereka selama ini. Itu kenapa
tidak ujug-ujug dari dulu menyusun timses. Saya kira sekarang sudah
tepat, yaitu waktu dimana teman-teman telah deklarasi dukungan di hotel
Quds Desember lalu. Bagi saya, proses politik yang paling penting yah
ini. Yaitu bersama sahabat relawan yang militan. Saya kira kurang
menarik jika politik mengabaikan kekuatan jaringan relawan yang memiliki
ketulusan. Karena memang salah satu poin utama keberhasilan suatu
proses yah ada pada jaringan relawan yang militan. Dan karena ini sudah
Januari, otomatis sudah mendesak untuk membentuk struktur tim. Itu
kenapa saya telah membentuknya sekarang. Harapan saya, benteng Lia ini
merupakan pengejawantahan jaringan relawan secara keseluruhan",
jelasnya.
Lia juga menjelaskan siapa saja yang masuk dalam struktur benteng Lia tersebut.
"Saya
ingin kombinasi yang pas dan sesuai kearifan lokal Surabaya. Yaitu
Surabaya yang memang kental dengan nuansa hijau, sekalipun memang
kemajemukan warna juga kental di kota ini. Jadi kombinasi adalah sreg,
yaitu nasionaliS dan REliGius. Nasionalis adalah teman-teman relawan
yang notabene jalur abangan dan rata-rata eks pendukung pak Jokowi,
seperti pak Darmanto, Mbak Megawati yang merupakan ketua forum difabel,
dan sebagainya. Untuk Religius, yaitu Cak Yusuf Hidayat. Beliau ini
kader asli nahdliyin, memiliki jaringan bagus di partai juga, antara
lain PPP dan Nasdem. Selain Millenial, cak Yusuf ini berdarah Surabaya
campur Madura, yaitu Gus Yusuf Hidayat. Harapan saya, selain di samping
mereka ada begitu banyak relawan hebat, kita bisa merangkul semua
kalangan, lintas partai, lintas agama. Yang jelas bagaimana agar benteng
Lia ini memiliki peran aktif bahkan bisa memiliki salah satu bagian
penentu pasangan figur yang akan didapuk memimpin Surabaya selepas
Pilwali 2020 ini", ujarnya.
Di lain kesempatan
Sudarmanto, ketua relawan Surabaya ceria, menjelaskan bahwa Ning Lia
yang ia jagokan, merupakan sosok yang bisa diterima semua kalangan.
"Ning
Lia ini bisa dikatakan sudah kompleks, yaitu Bangjo. Dia merupakan
sosok aktivis NU, keluarga NU, tapi massanya banyak yang dari abangan.
Jadi ini alasan kenapa kami sebut ia diterima semua kalangan", j
Pungkasnya.(Sis/Met).
_semoga bermanfaat bagi kita semua_
Aamiin

0 komentar:
Posting Komentar