Kepemimpinan di Indonesia harus diakui banyak diwarnai dengan kemunculan-kemunculan pemimpin perempuan.
Sebut saja gubernur perempuan pertama di Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
Itu
pun yang terjadi di Surabaya, pilwali Surabaya yang masih akan dihelat
pada September 2020 mendatang, memunculkan beberapa figur perempuan.
Salah satu yang terlihat paling aktif bersosialisasi adalah Doktor Lia
Istifhama, S.Hi.,MEI. yang bahkan dideklarasikan oleh 38 komunitas
relawan bertepatan hari Ibu (22/12) di Quds Royal Hotel Surabaya
Kemarin.
Sebagai Aktivis Fatayat NU Jatim dan
Asli Surabaya, satu-satunya figur perempuan yang digadang-gadang sebagai
calon walikota Surabaya, apa pesan Ning Lia di hari Ibu?
"Bagi
saya, ibu adalah guru sejati bagi anaknya. Pun kita, tidak mungkin bisa
melalui semua fase belajar sejak masa kecil tanpa peran ibu atau
keluarga kita. Begitupun kita yang sekarang menjadi ibu, sangat wajib
memperhatikan perkembangan dan pendidikan anak karena terbentuknya
mereka ketika dewasa nanti, merupakan bagian dari peran kita sebagai
orang tua. Maka kita pun wajib senantiasa menyanyangi dan menghormati
ibu dan kita sendiri juga harus selalu bahagia telah diberi kesempatan
sebagai seorang ibu masa kini", terangnya selepas menjadi dewan juri
fashion show pada peringatan hari ibu (23/12) kemarin.
Ditanya perihal kansnya memperoleh rekom dalam pemilukada mendatang, Lia tetap menunjukkan optimisnya.
"Bismillah,
saya masih optimis. Dan saya masih enjoy dengan semua proses ini.
Sekali layar terkembang, pantang mundur ke belakang. Itu sih prinsip
saya", pungkasnya.(and/red)
Supported By :
#ASA_LiaIstifhama
#surabaya_Ceria
#surabaya_Berlian
#surabaya_muLIA
#surabaya_KIP
#sahabat_Ceria
#relawan_PAS
#relawan_Opsi_forLia
#relawan_forDifa
#relawan_AlMaTuRa

0 komentar:
Posting Komentar