Dengan kepemimpinan Ibu
Khofifah, Jawa Timur hingga pada trimester ketiga Tahun 2019 ini telah
menunjukkan kemajuan dan perkembangan yang signifikan dan dapat
dirasakan oleh masyarakat luas. Segudang penghargaan telah diraih Jawa
Timur dalam usia kepemimpinan Ibu Khofifah yang belum genap setahun.
Namun sentuhan dan visi beliau belum secara maksimal menyentuh Surabaya
karena adanya perbedaan gaya kepemimpinan antara Gubernur dan Walikota.
Padahal idealnya, Gubernur dan Walikota Surabaya seyogyanya memiliki
‘chemistry’ sang harmonis demi kemajuan Jawa Timur secara menyeluruh.
Berangkat
dari pemikiran tersebut, adalah benar pendapat dan pemikiran para
spiritualis bahwa Jawa Timur dan Kota Surabaya saat ini memerlukan sosok
pemimpin Ratu Adil (pemimpin perempuan) demi mewujudkan keadilan.
kesejahteraan, kemakmuran dan ketentraman secara merata di setiap
pelosok Jawa Timur dan setiap sudut kota pahlawan.
Dalam
konteks inilah, sosok aktivis Fatayat NU Jawa Timur, Ning Lia ini
sangat cocok untuk menjadi alternatif utama dalam menentukan calon
pengganti Ibu Risma untuk memimpin kota surabaya pada periode
berikutnya, baik sebagai Walikota / Wakil Walikota karena beberapa
alasan:
1. Ning Lia adalah sosok seorang wanita
yang memenuhi kriteria sebagai Ratu Adil untuk Kota Surabaya
sebagaimana Ibu Khofifah untuk Jawa Timur.
2. Sikap keibuannya sangat menonjol, sehingga mampu mengayomi warganya sebagaimana beliau mengayomi putera-puterinya.
3.
Bersih, beliau sangat konsisten dalam membangun jaringan dan
popularitas berdasarkan hubungan emosional jauh dari hubungan
transaksional. Sehingga jabatan yang diraihnya tidak tergadaikan oleh
transaksi-transaksi yang dibangun sebelumnya oleh kebanyakan para
kandidat. Meminjam bahasa para spiritualis, bahwa Jabatan yang
diembannya akan membawa manfaat dan keberkahan.
4.
Visioner, bahwa Visi Ning Lia dalam membangun Surabaya sudah tidak
diragukan lagi. Konsep *Nawa Tirta* (9 Mata Air Kemuliaan) telah beliau
canangkan pada saat sebagian besar kandidat masih ‘terlelap dalam
buaian’. Nawa Tirta yang penuh dengan simbol-simbol spiritualitas dalam
penyusunannya sangat cocok dalam mewujudkan Surabaya sebagai _’World
Smart City’._
5. Lebih dari semuanya, bahwa
waktu yang cukup panjang dalam mendampingi dan bersama Ibu Khofifah
hingga keterlibatan beliau dalam penyusunan konsep Nawa Bhakti Satya
(NBS), Ning Lia dijamin mampu untuk saling bersinergi dengan Gubernur
Jawa Timur dalam menyelaraskan NBS dengan Nawa Tirta. Di samping itu,
diakui bahwa Ning Lia mempunyai gaya dan karakter kepemimpinan yang
mirip dengan Ibu Khofifah. Sehingga Pembangunan Jawa Timur dan Surabaya
sebagai Ibu Kota Provinsi akan berjalan seiring dan seirama.(**)
Supported By :
#ASA_LiaIstifhama
#Jatim_CETTAR
#surabaya_Ceria_Berlian
#Surabaya_muLIA
#Relawan_AlMaTuRa
#relawan_forDiva
#relawan_Opsi_forL14
#relawan_PAS

0 komentar:
Posting Komentar